Cari Blog Ini

Senin, 04 Juli 2011

Mau Tau Sejarah Celana Dalam

     Orang-orang Mesir kuno kadang-kadang memakai cawat. Bangsa Romawi juga mengenakan pakaian. Baik pria Romawi dan wanita mengenakan cawat atau celana pendek disebut subligaculum. Perempuan juga memakai pita kain atau kulit sekitar dada mereka disebut stophium sebuah. Selama celana pendek linen kata Abad Pertengahan laki-laki disebut braies tetapi wanita tidak memakai celana sampai abad ke-19. hanya pakaian mereka adalah pakaian linen panjang disebut pergeseran, yang mereka memakai di bawah pakaian mereka. Dari abad ke-16 wanita memakai korset dibuat dengan whalebone.

         Cawat adalah bentuk yang paling sederhana pakaian dalam, melainkan mungkin Pakaian pertama kali dipakai oleh manusia. cawat mungkin memakan waktu tiga bentuk utama. Yang pertama, dan sederhana, hanyalah sebuah strip panjang bahan yang dilewatkan antara kaki dan kemudian sekitar pinggang. The Hawaii kuno malo formulir ini, seperti juga beberapa gaya fundoshi Jepang.

          Pada cuaca panas, cawat mungkin pakaian yang hanya dikenakan (sehingga secara efektif tidak Pakaian an), seperti yang diragukan asal usulnya, tetapi pada suhu dingin, cawat sering membentuk dasar seseorang pakaian dan ditutupi oleh pakaian lainnya. Dalam peradaban yang paling kuno, ini adalah Pakaian hanya tersedia (Raja Tutankhamun dimakamkan dengan 145 dari mereka)

          Pria yang dikatakan memiliki cawat dikenakan di Yunani kuno dan Roma, meskipun tidak jelas apakah wanita Yunani memakai pakaian. Mosaik periode Romawi menunjukkan wanita Romawi (terutama dalam konteks atletik, sementara tidak ada yang memakai lagi) kadang-kadang memakai breastcloths dibungkus atau bra yang terbuat dari kulit yang lembut, bersama dengan cawat dan mungkin sesuatu seperti celana dalam.
 
        Wanita Yunani memakai empat persegi panjang kain wol dilipat dan ditempelkan bersama-sama dengan lubang untuk lengan dan kepala. Semua itu diikat menjadi satu di pinggang.
 
          Garmen ini disebut peplos. Menjelang akhir abad ke-5 beberapa wanita Yunani mulai memakai tunik linen panjang yang disebut sebagai chiton. Perempuan juga mengenakan jubah disebut himations. Mosaik periode Romawi menunjukkan wanita Romawi (terutama dalam cabang olah raga atletik, selain itu tidak ada yang memakai celana dalam) kadang-kadang memakai breastcloths dibungkus atau bra yang terbuat dari kulit yang lembut, bersama dengan cawat dan mungkin sesuatu seperti celana dalam.
 
         Wanita mengenakan gaun panjang yang disebut stola (jubah), mereka juga mengenakan selendang panjang yang disebut Palla (jubah atau cadar), serta pita yang terbuat dari kain atau kulit disekitar dada mereka yang disebut stophium (korset). Dari abad ke-16 wanita telah memakai korset yang dibuat dengan whalebone (tulang insang ikan paus) korset digunakan agar bentuk tubuh pemakainya menjadi terlihat lebih ramping. Untuk wanita ini biasanya menekankan sosok melengkung, dengan mengurangi pinggang, dan dengan demikian membuat payudara dan pinggul menjadi nampak lebih sempurna.

Perkembangan Celana Dalam

        Cawat olahraga diciptakan pada 1874 oleh CF Bennett dari sebuah perusahaan olahraga Chicago barang, Sharp & Smith, untuk memberikan kenyamanan dan dukungan untuk joki naik sepeda jalan-jalan bebatuan Boston. Pada tahun 1897 baru terbentuk Bennett Bike Web Perusahaan dipatenkan dan mulai memproduksi massal Bike Jockey Strap.
            Sementara itu, pakaian dalam pria modern lainnya adalah sebagian besar penemuan tahun 1930-an. Pada tanggal 19 Januari 1935, Coopers Inc menjual celana dalam pertama di dunia di Chicago. Perusahaan ini menempatkan depan berbentuk Y dan terbang tumpang tindih di laci rajutan di kedua gaya pendek dan panjang. Mereka dijuluki desain yang "joki" karena menawarkan tingkat dukungan yang sebelumnya hanya tersedia dari cawat olahraga tersebut. Perusahaan mulai menjual laci buttonless dilengkapi dengan pinggang elastis dan celana boxer pertama benar (nama untuk kemiripan mereka dengan celana pendek yang dikenakan oleh pejuang profesional).

           Sementara itu, celana dalam perempuan telah menjadi lebih berwarna dan dekoratif, dan oleh pertengahan Sixties juga tersedia dalam dua lebih kecil, gaya yang lebih disingkat disebut hip-dgn diam dan bikini (setelah pulau nama itu), sering di kain nilon tipis . Underwear sebagai mode jatuh tempo pada tahun 1970-an dan 1980-an, dan pakaian pengiklan lupa tentang kenyamanan dan daya tahan, setidaknya di periklanan. banding Seks menjadi selling point utama, dalam pakaian renang juga, membawa ke hasil sebuah tren yang telah membangun setidaknya sejak era flapper (pakaian adalah penghalang terakhir sebelum ketelanjangan, dan dengan demikian ia bertindak sebagai semacam gatekeeper seks).
 

Muncullah G-String
       Meskipun dipakai selama puluhan tahun oleh penari eksotis, g-string pertama mendapatkan popularitas di Amerika Selatan, terutama di Brasil. Itu awalnya gaya renang dibuat sehingga bagian belakang sesuai begitu tipis yang menghilang antara pantat. Pada tahun 1990-an, desain telah dibuat dengan cara untuk sebagian besar dunia Barat, dan pakaian dalam thong menjadi populer. Hari ini, thong pakaian adalah salah satu gaya penjualan tercepat yang tersedia di kalangan perempuan dan bahkan mendapatkan popularitas beberapa di antara manusia.
          G-string atau thong mungkin adalah bentuk awal dari pakaian yang dikenal manusia, yang berasal dari iklim hangat sub-Sahara Afrika di mana pakaian pertama kali dikenakan hampir 75.000 tahun yang lalu. Banyak suku bangsa, seperti beberapa orang Khoisa di Afrika Selatan, mengenakan thongs selama berabad-abad. Banyak seperti ditambah-tahun Jepang fundoshi-2000, pakaian ini awal dibuat dengan alat kelamin laki-laki dalam pikiran.
       Walaupun dikembangkan untuk anatomi laki-laki oleh masyarakat primitif, di tali Barat modern lebih sering dipakai oleh perempuan.Mereka pertama mendapatkan popularitas mainstream sebagai pakaian renang di Amerika Selatan, terutama di Brasil pada 1970-an.Di Brazil, di mana bokong ("bunda" dalam bahasa gaul Portugis Brasil) terutama dikagumi dan menekankan, itu awalnya gaya thong swimsuit yang belakang daerah menjadi begitu sempit bahwa hal itu akan menghilang antara pemakainya bokong tersebut.Perempuan penari telanjang dan penari erotis di barat telah memakai G-string dan thong selama rutinitas mereka sejak pertengahan 1920-an.

  JANGAN NGERES YA YANG CWO....???

  untuk pengetahuan aj loh ya...
   MAKASIH..... ^_^

Minggu, 03 Juli 2011

Mau Tau Sejarah Bra / BH

       Jauh sebelum munculnya Bra, kaum perempuan telah lebih dulu mengenal korset. Korset diperkenalkan pertama kali oleh Catherine de Medici, isteri Raja Henri II dari Prancis, pada pertengahan abad ke-15. Kala itu tubuh perempuan yang dianggap sempurna adalah yang berpinggang sangat ramping. Catherine sendiri mempunyai ukurang pinggang sekitar 10-13 inchi. Korset ini sangat menyiksa sebab membuat sakit didaerah perut, dada dan punggung.
         Sejarah bra dimulai sejak 2500 tahun sebelum Masehi, di mana saat itu para cewek di pulau Kreta, Yunani telah menggunakan pakaian sejenis bra di luar pakaian mereka untuk mengangkat payudara mereka. Tahun 450 sebelum Masehi, cewek Romawi menggunakan semacam kemben untuk mengatur ukuran payudara mereka. Pada tahun 1893, Marie Tucek tercatat pada kantor hak paten Amerika Serikat sebagai pencipta breast supporter, pakaian yang amat mirip dengan modern bra. Pada tahun 1912 istilah brassiere tercantum pada Oxford English Dictionary.
       Mary Phelps Jacob bisa disebut sebagai penyelamat kaum perempuan dari siksaan korset. Dialah yang menemukan bra moderen pertama pada tahun 1913. Bra ini sendiri tercipta secara tidak sengaja. Pada saat itu Mary berniat menghadiri sebuah pesta di New York, rencananya ia akan mengenakan gaun malam. Namun Mary menemukan bahwa korsetnya, justru merusak bentuk gaun yang akan dia kenakan, sebab gaun itu terbuat dari bahan yang sangat tipis [Kala itu korset menggunakan rangka dari baja].
        Ia kemudian membuat sebuah alternatif pakaian dalam dari dua buah sapu tangan sutra miliknya dengan tambahan beberapa pita. Itulah kala bra pertamakali ditemukan. Bra sendiri berasal dari bahasa Prancis kuno yang berarti 'lengan atas'. Mary kemudian mematenkan temuannya pada Februari 1914 dengan nama 'backless bra'. Ia kemudian mendirikan perusahaan dengan nama Caresse Crosby, dan memulai produksi temuannya.

     Di Indonesia, bra dikenal dengan nama BH. Masuk melalui perempuan-perempuan Belanda, yang ikut bersama dengan suami-suami mereka. Pakaian dalam ini kemudian ditiru oleh perempuan-perempuan Indonesia, dan mulai dikenakan dibalik kebaya atau gaun terusan ala noni Belanda. Mungkin sampai sekarang, hanya sedikit yang tahu kepanjangan dari BH. BH adalah singkatan dari 'Buste Hounder' [bahasa belanda], yang berarti 'pemegang susu/payudara'

Rabu, 15 Juni 2011

Mau tau sejarah kondom

Sekitar 1000 tahun sebelum masehi, orang Mesir kuno telah menggunakan sarung pengaman untuk mencegah penyakit.
Penemuan lukisan pada dinding batu pada gua di Combrelles, Perancis,
menggambarkan manusia yang memakai kondom. Lukisan tersebut diperkirakan berusia lebih kurang seabad sebelum masehi.
Tetapi para ahli masih sulit memastikan apa maksud lukisan itu, bagian upacara ritual atau hanya arus mode belaka ?
Tahun 1500-an untuk pertama kali dipublikasikan deskripsi dan percobaan alat
pencegah penyakit berupa kondom di Italia. Ketika itu Gabrielle Fallopius
mengklaim menemukan kondom yang terbuat dari linen dan membuat uji coba pada 1100 pria.
Dari percobaan tersebut, tak satupun dari mereka yang terinfeksi penyakit
sifilis. Penemuan membuktikan bahwa kain linen itu bermanfaat mencegah infeksi.
Tetapi di kemudian hari kondom dikenal sebagai pencegah kehamilan. Hal itu
diawali dari percobaan terhadap kain linen yang dibasahi dengan cairan kimia
tahun 1500-an.
Ketika linen direndam dalam cairan kimia kemudian dikeringkan dan dikenakan oleh pria, maka kain itu dapat mematikan sperma.
Tonggak penting sejarah kondom dimulai sekitar tahun 1640, berbarengan dengan mulai dikenalnya penyakit kelamin. Pertama-tama kondom memang dipakai sebagai penangkal penyakit kelamin.
Kondom pada saat itu masih terbuat dari ikan atau usus binatang. Bekas- bekas kondom ditemukan di antara fondasi reruntuhan Dudle Castle, dekat Birmingham, Inggris.
Pada saat itu timbul peperangan antara pengikut Oliver Cromwell dan
prajurit-prajurit Raja Charles I. Perang yang berlangsung lama itu juga
melibatkan wanita-wanita PSK.
Akibatnya para prajurit pun tertular penyakit kelamin sehingga melemahkan gaya gempur pasukan. Guna menanggulangi dan meredam penyakit kelamin ini, maka para prajurit menggunakan pelindung.
Mulai saat itulah kondom dikenal luas di masyarakat. Nama kondom diduga didapat dari nama seorang tabib kerajaan yang bernama Condom. Oleh sang tabib, Raja Charles II dibuatkan “pelindung”” yang berasal dari jaringan tubuh binatang agar terhindar dari penyakit kelamin.
Versi lain menyebutkan, nama kondom berasal dari “dr Condon” atau seseorang
bernama Colonel Cundum. Sementara yang lain menyebutkan kondom berasal dari bahasa latin, condon yang berarti wadah. Pendapat inilah yang akhirnya
disepakati sebagai asal dari istilah kondom.

Berbagai jenis kondom
Riwayat kondom karet baru diawali pada tahun 1839. Ketika itu Charles Goodyear
menemukan cara vulkanisasi ban mobil. Pada tahun 1844, hak paten kondom
diperoleh oleh Charles Goodyear.Tahun 1894, Goodyear dan Hancock mulai
memproduksi kondom secara massal terbuat dari karet yang divulkanisasikan dengan membalikkan karet kasar ke elastisitas yang kuat.
Tahun 1861, untuk pertama kalinya kondom dipublikasikan di Amerika Serikat pada surat kabar The New York Times. Pemakaian secara luas kondom yang terbuat dari lateks ini baru terjadi pada tahun 1930-an. Pada tahun 1935 sebanyak 1,5 juta kondom diproduksi setiap hari di Amerika Serikat.
Anehnya, meski telah tersedia kondom yang lebih nyaman, namun masih ada yang tidak mau memakainya. Bahkan hingga 100 tahun kemudian, antara tahun 1940-an sampai 1950-an masih dibuat kondom yang terbuat dari usus domba. Setelah dipakai, kondom yang terbuat dari usus domba yang telah diawetkan ini tidak langsung dibuang. Kondom tersebut dicuci kembali, dilumuri jelly, lalu disimpan ke dalam kotak kayu. Jika diperlukan kembali, kondom dapat langsung dipakai.
Pada awal tahun 1900-an, perjalanan karier kondom sebagai alat pelindung belumberjalan dengan mulus. Di Amerika Serikat, para aktivis dari The American Social Hygiene Association mementang keras pemakaiannya.
Alasannya bahwa kalau seseorang berhubungan seks dengan PSK, maka wajar bila ia
tertular penyakit kelamin. Seorang petinggi militer Angkatan Laut berpendapat,
pemakai kondom hanya dilakukan oleh mereka yang amoral.
Meski demikian saat para pelaut dikirim ke medan perang, kondom secara diam-diam dibagikan oleh asisten petinggi militer tersebut. Pada tahun 1933 ternyata sang asisten tersebut terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan memerintah selama 12 tahun sampai ia meninggal pada tahun 1945. Dia adalah Franklin Delano Roosevelt.
Pamor kondom mulai meredup seusai perang dunia II. Pada akhir 1960-an terjadi revolusi perilaku seksual manusia, terutama di Amerika. Hubungan seksual sebelum menikah dan di luar pernikahan makin terbuka, khususnya pada kaum wanita. Mereka menuntut hak yang sama seperti kaum pria yang bebas melakukan hubungan seksual dengan siapa saja.
Akibatnya, para pria lebih memlih berhubungan seks dengan wanita bukan PSK yangdianggap lebih “bersih”. Kondom dianggap tidak diperlukan lagi.
Pamor kondom semakin menurun semenjak munculnya obat-obat atibiotik baru yangbisa menyembuhkan penyakit-penyakit kelamin klasik seperti sipilis atau GO.
Kondom dari usus domba
Selain itu, dengan ditemukannya alat-alat kontrasepsi baru yang lebih praktis
dan nyaman, seperti IUD dan pil, membuat orang lebih memilih mereka ketimbang
kondom.
Pamor kondom sedikit membaik pada tahun 1980-an saat AIDS mulai merebak ke
segala penjuru dunia. Meskipun bukan satu-satunya cara, kondom masih terbilang
cara yang paling praktis dan gampang untuk mencegah penularan HIV.

Pada tahun 1990-an mulai diperkenalkan kondom dengan warna dan aroma yang
berbeda-beda. Pada saat itu untuk pertama kalinya tersedia kondom polyurethane.
Pada tahun 1992 di Eropa, diperkenalkan kondom untuk wanita yang lebih dikenal
dengan femidom.
Dari fakta-fakta sejarah di atas, maka jelaslah bahwa kondom telah sejak lama di
kenal oleh manusia sebagai alat kontrasepsi. Seiring dengan berkembangnya
teknologi, proses pembuatan kondom menghasilkan kondom yang lebih kuat, lebih tipis, lebih lentur saat dipakai sehingga para pengguna kondom tidak hanya dapat merasa aman tetapi juga merasa nyaman